Menurut Kantor Berita ABNA, sebagaimana umat Islam lainnya diberbagai belahan dunia, umat islam Iran juga merayakan hari raya Idul Adha pada senin (12/9). Shalat Idul Adha di kota Tehran terselenggara pada pukul 8 pagi waktu setempat dengan imam shalat Ayatullah Khatami.
Diawal sebelum khutbah, qari Iran yang meraih berbagai prestasi tingkat internasional dalam bidang qiraat Al-Qur’an, Sa’id Thusi membaca beberapa ayat Al-Qur’an yang kemudian dilanjutkan dengan orasi sebelum khutbah Idul Adha yang disampaikan oleh Hujjatul Islam wa Muslimin Syaikh Akram al Ka’bi (Ketua Gerakan Islam an Najah Irak). Dalam orasinya, ulama Irak tersebut menyinggung kondisi terakhir kawasan Timur Tengah. Dalam penggalan orasinya ia berkata, “Hari ini, rezim Wahabi Arab Saudi melarang sejumlah negara untuk warganya naik haji. Ka’bah telah dipolitisasi oleh rezim Saudi secara arogan, yang karena itu, pengelolaan haji dan al Haramain harus diambil alih dari tangan rezim yang penuh darah tersebut untuk diserahkan ke lembaga independent yang beranggotakan negara-negara muslim.”
Dibagian lain pernyataannya, ulama Irak tersebut menyerukan agar negara-negara muslim mewujudkan persatuan Islam, yang menurutnya merupakan bentuk perlawanan terhebat terhadap musuh-musuh Islam. Ia menilai, ketidak mampuan negara-negara muslim mengatasi masalah dan polemik yang melanda dunia Islam saat ini disebabkan bukan karena kuatnya pihak musuh melainkan karena melemahnya umat Islam karena lebih memilih berpecah belah. Setelah menyampaikan orasi, Ayatullah Khatami bertindak sebagai khatib Idul Adha menyampaikan khutbahnya dan setelahnya sekaligus bertindak sebagai imam shalat.